Stop !! Mengkonsumsi Ikan Ini,,Sangat Berbahaya !! Bisa Mengakibatkan Kanker,Tolong Sebarluaskan..

Walau ada banyak tanda-tanda kalau budidaya ikan nila di China keadaannya begitu tidak baik, namun type ikan yang satu ini nyatanya paling banyak dikonsumsi di Amerika. Hal ini karena, harga nya yang condong murah serta dapat dibeli tanpa ada kulit serta tulang. Diluar itu, rasa-rasanya juga begitu lezat.


Namun, asal-usul dari ikan berikut sebagai masalahnya.
Beberapa besar ikan nila yang mengedar di pasar adalah hasil budidaya, bahkan juga yang di jual di restoran-restoran. Tersebut penyebabnya setiap hari beberapa ribu ikan nila dapat dipanen.

Ketidaksamaan pada ikan nila yang dibudidayakan serta yang tidak yaitu, ikan nila alami konsumsi tanaman serta ganggang, sedang ikan nila yang dibudidayakan diberi  makan pelet kedelai serta GMO jagung.

Ikan nila bukanlah hasil budidaya mengandung minyak ikan yang sehat tidak seperti yang dibudidayakan. Tersebut sebagian argumen kenapa Anda mesti berhenti konsumsi ikan nila hasil budidaya.

1. Peradangan.
Ya, ikan nila hasil budidaya bisa mengakibatkan peradangan.
Kian lebih itu, ikan ini bisa jadi memperburuk peradangan yang dikarenakan oleh keadaan medis yang memanglah telah ada, seperti arthritis, asma serta penyakit jantung. Anda salah bila memikirkan akan memperoleh manfaat asam lemak omega 3 dari ikan ini, yang di kenal bisa menolong melawan penyakit jantung. Yang benar yaitu, ikan ini sering jadi penyebabnya paling utama radang, bahkan juga lebih tidak baik dari daging atau hamburger.

2. Mengakibatkan kanker.
Ikan hasil budidaya punya potensi 10 kali lebih besar terserang beragam racun penyebabnya kanker. Apakah Anda ketahui di China, ikan nila hasil budidaya juga di beri pakan kotoran ayam?
Bahkan juga limbah dari itik serta babi juga dipakai dalam pemrosesan makanan ikan nila ini.

3. Jumlah pestisida serta antibiotik yang lebih tinggi.
Budidaya ikan nila juga mengandung kadar tinggi pestisida serta antibiotik. Hal ini karena, ikan budidaya di besarkan bukanlah di lingkungan aslinya, hingga lebih rentan pada beragam penyakit. Jadi, peternak memberikannya antibiotik untuk melindungi kesehatan dari ikan-ikan nila ini. Sedang pestisida dipakai untuk membasmi kutu air.

4. Rendah omega 3
Ikan nila hasil budidaya mengandung nutrisi lebih rendah di banding yang tidak. Diluar itu, ikan nila hasil budidaya juga rendah protein, karena mereka di besarkan didalam kolam serta di beri makan dengan makanan olahan. Akhirnya, ikan lebih berlemak serta mengandung semakin banyak asam lemak omega 6. Mengkonsumsi terlalu berlebih asam lemak omega 6 bisa mengakibatkan peradangan.

5. Tingkat dioksin tinggi.
Ikan nila yang dibudidayakan mempunyai tingkat dioksin yang lebih tinggi, yakni 11 kali lebih tinggi di banding yang diketemukan pada ikan nila alami. Dioksin adalah zat beracun, bahkan juga bisa jadi penyebabnya perkembangan kanker. Yang terburuk yaitu, bila dioksin masuk ke pada badan, butuh saat yang begitu lama untuk mengeluarkannya, yakni sekitaran 7-11 tahun.

Namun, pasti tidak semuanya ikan hasil budidaya seperti ini.
Tanda-tanda ini baru diketemukan di negara China serta Amerika saja.

Sumber : Healthy Food Team / Sumber : beritauniklucumenggemaskan.blogspot.co.id.

Subscribe to receive free email updates: